1. Inflasi Surabaya, Jawa Timur dan Nasional
Berdasarkan hasil pemantauan dan pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap harga barang dan jasa di pasar tradisional dan pasar modern di Indonesia pada bulan Agustus 2010 diperoleh kesimpulan bahwa terjadi inflasi di Kota Surabaya, Jawa Timur dan Nasional. Seperti pada Tabel 1, Kota Surabaya mengalami inflasi bulan Agustus sebesar 1,23%. Hal yang sama terjadi di Jawa Timur inflasi sebesar 0,82% dan di secara Nasional terjadi inflasi sebesar 0,76%. Inflasi tertinggi tercatat ada di Gorontalo sebesar 3,75% dan di sisi lain beberapa daerah di Sumatera mengalami deflasi. Inflasi secara kumulatif selama Januari-Agustus 2010 di Surabaya mencapai 5,23%, Jatim sebesar 4,88% dan Nasional sebesar 4,82%. Inflasi year on year (y-o-y) untuk bulan Agustus 2010 di Surabaya sebesar 7,27%, Jatim sebesar 6,83% dan Nasional sebesar 6,44%. Inflasi Surabaya cukup tinggi selama Agustus disumbang oleh kenaikan tarif listrik karena kebanyakan pelanggan listrik di Surabaya adalah pelanggan listrik besar yang merasakan dampak kenaikan tarif. Kenaikan tarif mulai dirasakan masyarakat sejak pembayaran bulan Agustus dan dampaknya lebih banyak terasa di kota-kota besar seperti Surabaya yang umumnya banyak menggunakan tegangan listrik 1200 VA keatas. Kemudian naiknya biaya pendidikan untuk tingkat Sekolah Dasar, SLTP, dan SLTA seiring dengan masa penerimaan murid baru ikut andil dalam inflasi Agustus.
Tabel 1. IHK dan Tingkat Inflasi Surabaya, Jawa Timur dan Nasional Bulan Agustus 2010
| | Surabaya | Jawa Timur | Nasional |
| Inflasi Bulan Agustus (%) | 1,23 | 0,82 | 0,76 |
| Inflasi kumulatif Januari s/d Agustus (%) | 5,23 | 4,88 | 4,82 |
| Inflasi year on year Bulan Agustus (%) | 7,27 | 6,83 | 6,44 |
| Indeks Harga Konsumen Bulan Agustus | 121,11 | 122,43 | 122,67 |
2. Inflasi 10 Kota di Jawa Timur
Dari 10 kota yang dipantau oleh BPS di Jawa Timur selama bulan Agustus 2010 mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Surabaya sebesar 1,23%, sebagaimana terlihat pada Tabel 2. Inflasi yang paling rendah di Jatim terjadi di Madiun sebesar 0,21%. Secara umum, terjadinya inflasi Surabaya pada bulan ini disebabkan oleh kenaikan harga komoditi yang cukup tinggi terutama komoditi pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, kelompok perumahan dan kelompok bahan makanan. Tingginya inflasi Surabaya untuk kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga terutama pada subkelompok jasa pendidikan sebesar 7,62%. Inflasi pada kelompok perumahan terutama pada subkelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar 8,57%.
Selain faktor-faktor pemicu inflasi, terdapat bebrapa faktor yang menahan laju inflasi seperti turunnya indeks harga pada subkelompok barang pribadi, sandang dan lainnya, subkelompok bumbu-bumbuan, dan subkelompok sayur-sayuran. Kumulatif inflasi Bulan Januari-Agustus 2010 di kota Surabaya mencapai 5,23% dan secara year on year (y-o-y) sebesar 7,27%. Secara kumulatif, inflasi tertinggi di Jatim ada di Probolinggo sebesar 6,02 dan secara y-o-y tertinggi di Probolinggo sebesar 8,19%, sebagaimana pada Tabel 2.
Tabel 2. Inflasi 10 Kota di Jatim Bulan Agustus 2010
| Kota | Inflasi Agustus | Kumulatif (Jan-Agus) | Inflasi y-o-y |
| Jember | 0,34% | 3,96% | 6,41% |
| Tulungagung | 0,41% | 4,14% | 6,33% |
| Banyuwangi | 0,31% | 4,92% | 7,25% |
| Tuban | 0,56% | 4,07% | 5,81% |
| Sumenep | 0,55% | 4,71% | 5,94% |
| Kediri | 0,36% | 4,15% | 6,04% |
| Malang | 0,79% | 4,81% | 6,03% |
| Probolinggo | 0,43% | 6,02% | 8,19% |
| Madiun | 0,21% | 4,15% | 5,89% |
| Surabaya | 1,23% | 5,23% | 7,27% |
3. Inflasi 6 Ibukota Provinsi di Pulau Jawa
Dari enam ibukota provinsi di pulau Jawa pada bulan Agustus 2010 mengalami inflasi. Inflasi terendah di Serang sebesar 0,40%.. Dilihat dari inflasi kumulatif selama Januari – Agustus 2010, inflasi tertinggi terjadi di Surabaya sebesar 5,23% dan inflasi terendah di Bandung sebesar 3,12%.
Tabel 3. Inflasi Ibukota Propinsi di Pulau Jawa Bulan Agustus 2010
| Kota | Inflasi Agustus | Kumulatif (Jan-Agustus) |
| Jakarta | 0,99% | 4,30% |
| Serang | 0,40% | 3,44% |
| Bandung | 0,51% | 3,12% |
| Semarang | 0,53% | 4,58% |
| Yogyakarta | 0,43% | 4,55% |
| Surabaya | 1,23% | 5,23% |
4. Komoditi Penyumbang Inflasi dan Deflasi di Kota Surabaya
Inflasi bulan Agustus 2010 di Kota Surabaya dipicu oleh naiknya harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, minuman dan rokok, kelompok perumahan, kelompok sandang, kelompok kesehatan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Pada bulan Agustus 2010, inflasi kelompok bahan makanan sebesar 0,78%, inflasi kelompok makanan jadi, minuman, rokok sebesar 0,48%, kelompok perumahan sebesar 2,61%, kelompok sandang 0,11%, kelompok kesehatan sebesar 0,47%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 4,15%, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,10%, selengkapnya pada Tabel 4. Inflasi Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga terutama dipicu oleh meningkatnya jasa pendidikan untuk SD, SLTP dan SLTA. Sedangkan inflasi di kelompok perumahan disebabkan oleh kenaikan biaya penerangan (listrik).
Beberapa komoditi penyumbang inflasi di kota Surabaya antara lain tarif listrik, biaya Sekolah Dasar, biaya SLTA, biaya SLTP, beras, daging ayam ras, cabe rawit, martabak, oli, apel dan lainnya. Tarif listrik pada bulan Juli mengalami kenaikan 20,22%, harga cabe rawit naik 15,54%, dan biaya sekolah dasar naik 16,73%. Beberapa komoditi penyumbang deflasi di Surabaya antara lain bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, tomat sayur, cabe merah, sawi hijau, bayam, tarif kereta api, pindang asin, kangkung dan lainnya. Harga bawang merah turun sebesar 19,20%, harga bawang putih turun 6,15%, dan harga tomat sayur turun 24,85% seperti pada tabel 5.
Tabel 4. Inflasi Kelompok Barang dan Jasa Bulan Agustus 2010 di Surabaya
| Kelompok Barang dan Jasa | Inflasi |
| Bahan makanan | 0,78% |
| Makanan jadi, minuman, rokok | 0,48% |
| Perumahan | 2,61% |
| Sandang | 0,11% |
| Kesehatan | 0,47% |
| Pend, Rekreasi dan Olah raga | 4,15% |
| Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan | 0,10% |
Tabel 5. Komoditi Penyumbang Inflasi dan Deflasi Bulan Agustus 2010 di Surabaya
| Komoditi Penyumbang Inflasi | Komoditi Penyumbang Deflasi | ||
| Jenis Komoditi | Perubahan Harga | Jenis Komoditi | Perubahan Harga |
| Tarif listrik | 20,22% | Bawang merah | -19,20% |
| Sekolah Dasar | 16,73% | Bawang putih | -6,15% |
| Beras | 3,28% | Telur ayam ras | -3,97% |
| SLTA | 9,48% | Tomat sayur | -24,85% |
| SLTP | 11,55% | Cabe merah | -5,84% |
| Daging ayam ras | 6,56% | Sawi hijau | -15,68% |
| Cabe rawit | 15,54% | Bayam | -9,30% |
| Martabak | 14,86% | Tarif Kereta Api | -2,68% |
| Bahan pelumas/oli | 12,01% | Pindang asin | -6,52% |
| Apel | 7,22% | Kangkung | -9,08% |
Sumber: Berita Resmi Statistik, BPS Jatim Bulan September 2010, diolah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar